
Jejak Ramadhan
indie folk, acoustic guitar fingerpicking, chill alternative, ambient, ethereal, acoustic, strings, cello, piano, dreamy vocals, vocal harmonies, choir, atmospheric synths

Jejak Ramadhan
indie folk, acoustic guitar fingerpicking, chill alternative, ambient, ethereal, acoustic, strings, cello, piano, dreamy vocals, vocal harmonies, choir, atmospheric synths
Lyrics
intro
Verse 1
Dedaunan do'a gugur ke bumi,
dibawa angin menuju langit tinggi.
Malam-malam sunyi terjalin rapi,
tapi masih ada celah di sajadah ini.
Pre-Chorus
Rembulan meredup di ujung fajar,
jejak yang tertinggal lirih bergetar.
Chorus
Ramadhan berlalu seperti bayang,
singgah sebentar, lalu menghilang.
Semoga waktu masih berkenan,
menyambut cahaya di tahun mendatang.
Verse 2
Selembar takbir mengusap dada,
tapi hati belum tuntas bicara.
Sujud yang semu, do'a yang tertahan,
masih tersimpan di ufuk harapan.
Pre-Chorus
Rembulan meredup di ujung fajar,
jejak yang tertinggal lirih bergetar.
Chorus
Ramadhan berlalu seperti bayang,
singgah sebentar, lalu menghilang.
Semoga waktu masih berkenan,
menyambut cahaya di tahun mendatang.
Bridge
Langit menyimpan mimpi yang bisu,
sisa harap dalam senandung syahdu.
Jika esok masih membuka pintu,
kan kupenuhi janji waktu.
(Ooh~)
Chorus
Ramadhan berlalu seperti bayang,
singgah sebentar, lalu menghilang.
Semoga waktu masih berkenan,
menyambut cahaya di tahun mendatang.
Outro
Dedaunan do'a gugur ke bumi,
semoga sempat tumbuh kembali.
Bulan Ramadhan kan datang lagi,
membawa rindu yang tak bertepi.
acoustic music outro
end
