
Filsafat Free Will Vs Determinism
Indie folk, slow, smooth, Russian dangdut, tanpa, house,

Filsafat Free Will Vs Determinism
Indie folk, slow, smooth, Russian dangdut, tanpa, house,
Lyrics
Intro
(Verse 1)
Descartes berkata, "Aku berpikir, maka aku ada"
Seakan manusia punya kendali sepenuhnya
Tapi Spinoza menantang, semua sebab-akibat
Kehendak hanyalah ilusi yang kita anggap mutlak
(Verse 2)
Laplace percaya, dunia ini mesin
Jika kita tahu semua, masa depan pun terpajang
Tak ada kebetulan, segalanya tertulis
Apakah kita bebas, atau sekadar mengikuti garis?
(Pre-Chorus)
Tapi Locke bicara, manusia punya kuasa
Memilih jalan sendiri, meski dalam batas nyata
Lalu datang Hume, skeptis pada sebab
Apakah kita benar memilih, atau hanya efek yang tetap?
(Chorus)
Apakah kita bebas, atau sekadar boneka?
Jika semua ditentukan, apa arti usaha?
Dari Kant ke Sartre, jawaban tak mudah
Antara determinisme dan harapan yang cerah
(Verse 3)
Schopenhauer berkata, kehendak itu ilusi
Dikendalikan dorongan yang tak bisa dihentikan lagi
Tapi Nietzsche datang, menantang semua batas
Manusia harus berani, mencipta takdirnya lepas
(Verse 4)
Sartre berteriak, manusia sepenuhnya bebas
Kita bertanggung jawab, tak ada alasan lepas
Eksistensi mendahului esensi, katanya
Takdir bukan rantai, kita yang menentukan maknanya
(Bridge)
Dennett berkata, kehendak bebas bisa ada
Dalam sistem kompleks, ada ruang untuk memilih juga
Tak harus mutlak, tak harus total
Tapi kita masih punya makna dalam setiap langkah
(Chorus - ulangi)
Apakah kita bebas, atau sekadar boneka?
Jika semua ditentukan, apa arti usaha?
Dari Kant ke Sartre, jawaban tak mudah
Antara determinisme dan harapan yang cerah
(Outro)
Kini kita bertanya, jalan mana yang nyata?
Apakah kita memilih, atau hanya merasa?
Filsuf telah bicara, kini giliran kita
Menentukan sendiri, makna di dunia
Instrument
End
