MusicMint AI Music Generator Logo
MusicMint

Lebih Lambat dari Dunia

Shoegaze, Midwest emo, post-rock, and slow cloud rap fusion, 72 BPM, Heavily distorted guitars with chiming delay, palm-muted octave leads, and fretless bass supported by booming sub-bass, Hybrid kit with brushed snares, tom-heavy backbeats, and a slow cloud rap pulse, Ethereal, angelic female vocals with melodic swaying and rhythmic wordplay. Dry close-mic production, Wide stereo room, tape echo, bittersweet restraint, and a smooth texture switch leading to a cathartic lift.

Kutu_Lompat.1997·4:52

Lyrics

[Intro]
(atmospheric synth pads, fretless bass lines, dreamy ethereal vocals)
Huu... Uuu... UUuu...
(uuu... uuu...)

[Verse 1]
(rhythmic vocal delivery, booming bass starts pulsing)
Bi-as lampu... menyilaukan mataku...
Suara gema... memenuhi ruang kepalaku
A-ku terus mengejar sesuatu
Yang terasa abadi... (abadi) di malam itu...

[Verse 2]
(bass gets heavier, interlocking voices)
Jantung! memukul dada...
Memaksa tubuh (tubuh) yang mulai tak bernyawa...
Urat nadiku berteriak: lelah... (lelah...)
“Jangan menyerah... belum saatnya...”

[Pre-Chorus]
(instruments pulling back, dreamy psychedelic haze)
Namun di balik bayang yang panjang...
Ada realitas yang diam menghadang...
Memaksaku tenggelam... menarikku perlahan...
Dalam kehangatan yang kupeluk sendirian...

[Chorus]
(heavily distorted guitars, palm-muted octave lead, angelic vocals)
Ter... hempas...! di ujung cahaya...
Semua mimpiku... seketika sirna... (sirnaa...)
Kini aku... (aku...)
Lebih lambat dari dunia...

[Verse 3]
(sudden beat drop, only booming sub-bass and dry vocals)
Kucoba lagi... tuk bangkit berdiri...
Namun realita... kembali menghakimi...
Menyeret langkahku (langkahku) hingga tenggelam...
Menyisakan nafas yang hampir padam...

[Verse 4]
(fretless bass returns, rhythmic delay)
Mungkin aku terlalu memaksakan diri?
Terbutakan oleh api (api) dan ilusi...
Bibirku terus bergumam: “Pasti bisa” (pasti bisa)
Namun jiwaku karam... di permukaan...

[Chorus]
(heavily distorted guitars, atmospheric synth pads)
Ter... hempas...! di ujung cahaya...
Semua mimpiku... seketika sirna... (sirnaa...)
Kini aku... (aku...)
Lebih lambat dari dunia...

[Bridge]
(music slows down heavily, tape echo fading out)
Dan kini kudengar laut memanggil… (memanggil)
Menyapu kaki dengan ombak kecil… (ombak kecil)
Mengingatkanku…
Betapa... rapuhnya aku...

[Pre-Drop]
(music completely stops)
...di dunia ini.

[Final Chorus]
(massive heavy distortion explosion, all instruments crash in, ethereal crying vocals)
TER... HEMPAS...! DI UJUNG CAHAYA...! (cahaya...!)
Semua mimpiku... seketika sirna... (sirnaa...)
Kini aku... lebih lambat... (lambat...)
Ter... hempas...! di ujung cahaya... (cahaya!)
Semua mimpiku... seketika sirna...
Kini aku...
Lebih lambat dari dunia...

[Outro]
(dunia...)
Dunia...
(dunia...)
Haa... aaa...
(guitar fading into noise ambience)
Huu... Uuu... UUuu...

[End]

Like this song? Create something similar