
Sentuh Langit
Spiritual Jazz / Ethereal Soul (Versi mistik dan kontemplatif) Tempo: 72 bpm
epiraspati·4:19

4:19
Sentuh Langit
Spiritual Jazz / Ethereal Soul (Versi mistik dan kontemplatif) Tempo: 72 bpm
Creator: epiraspatiRelease Date: April 25, 2026
Lyrics
[Intro – gumaman vokal dan denting piano lembut]
(bisikan)
"Dalam hening, aku kembali... mencari tangan-Mu."
[Verse 1]
Tahukah Engkau, hal terindah dalam hidupku?
Saat Engkau menyentuh tanganku dengan cahaya yang tak terlihat,
dalam diam aku luluh,
dan langit seolah terbuka dalam dadaku.
[Pre-Chorus]
Tak ada suara,
hanya denyut napas semesta,
menyebut nama-Mu dalam tiap detik,
menyala di dalam jiwaku yang merindu.
[Chorus]
Sentuh aku,
seperti dulu Engkau sentuh jiwaku,
buat aku sanggup menembus gelap
dan menyentuh langit yang Kau janjikan.
[Verse 2]
Aku merindukan saat Kau restui langkahku,
saat kasih-Mu menenangkan badai,
setiap luka menjadi jalan pulang,
setiap air mata berubah jadi doa.
[Bridge – spiritual improvisation, nada minor lembut, ada flute & pad synth]
Engkau di dalam aku,
dan aku hanyalah bayang dari kasih-Mu,
seluruh pencarian ini
hanyalah kerinduan untuk kembali bersatu.
[Refrain / Chorus – Reprise]
Sentuh aku,
dengan cahaya yang tak berwujud,
biar hening jadi bait puisi,
dan jiwaku hanyut dalam keabadian-Mu.
[Outro – suara ombak dan angin lembut, fade out dengan hum vokal]
(bisikan terakhir)
"Selamat pagi, Cinta abadi… kini aku kembali."
(bisikan)
"Dalam hening, aku kembali... mencari tangan-Mu."
[Verse 1]
Tahukah Engkau, hal terindah dalam hidupku?
Saat Engkau menyentuh tanganku dengan cahaya yang tak terlihat,
dalam diam aku luluh,
dan langit seolah terbuka dalam dadaku.
[Pre-Chorus]
Tak ada suara,
hanya denyut napas semesta,
menyebut nama-Mu dalam tiap detik,
menyala di dalam jiwaku yang merindu.
[Chorus]
Sentuh aku,
seperti dulu Engkau sentuh jiwaku,
buat aku sanggup menembus gelap
dan menyentuh langit yang Kau janjikan.
[Verse 2]
Aku merindukan saat Kau restui langkahku,
saat kasih-Mu menenangkan badai,
setiap luka menjadi jalan pulang,
setiap air mata berubah jadi doa.
[Bridge – spiritual improvisation, nada minor lembut, ada flute & pad synth]
Engkau di dalam aku,
dan aku hanyalah bayang dari kasih-Mu,
seluruh pencarian ini
hanyalah kerinduan untuk kembali bersatu.
[Refrain / Chorus – Reprise]
Sentuh aku,
dengan cahaya yang tak berwujud,
biar hening jadi bait puisi,
dan jiwaku hanyut dalam keabadian-Mu.
[Outro – suara ombak dan angin lembut, fade out dengan hum vokal]
(bisikan terakhir)
"Selamat pagi, Cinta abadi… kini aku kembali."
