
BERPURA-PURA LUPAKAH DIRIMU?
Ukulele, Fingerstyle, Acoustic Guitar and Kajon, Vocals Male, Berbisik bisik, berbicara, Suara Berat Dan Keras, Jentikan Jari, Tepukan Tangan, Rapper, Rapp, Alternative Rock, Melhancolic, Percussi, Fingerpicking , kata-kata yang diucapkan, ambient, Genjerengan Rambasan Senar Gitar , bass synth yang dalam, vokal pria mentah, penceritaan sinematik

BERPURA-PURA LUPAKAH DIRIMU?
Ukulele, Fingerstyle, Acoustic Guitar and Kajon, Vocals Male, Berbisik bisik, berbicara, Suara Berat Dan Keras, Jentikan Jari, Tepukan Tangan, Rapper, Rapp, Alternative Rock, Melhancolic, Percussi, Fingerpicking , kata-kata yang diucapkan, ambient, Genjerengan Rambasan Senar Gitar , bass synth yang dalam, vokal pria mentah, penceritaan sinematik
Lyrics
"Dear hari ini,"
Pagi ini, hari Minggu
Hari yang indah kiranya begitu
Rupanya ceria diterik siang ini
Namun mendung disore datang seketika
Sepertinya ada yang terlupakan seksama
Apakah sadarimu itu?
Adakah kau ingat itu?
Ataukah masih berpura pura lupa?
Kebiasaan manis kita,
Suatu keharusan kan cinta,
Bukan sekedar napsu belaka
Maupun haus dekapan rasa
Tapi soal komitmen dari hati
Yang harus dijaga secara hati-hati oooh oooh
Ah... Sudahlah kukatakan saja
Kuharap bisa dimengertiin kamunya
Kuumpamakan indahnya berupa
Sejenis tukar menukar
Maupun tawar menawar
Meski tanpa bunga mawar
Anggaplah seperti tarik mengulur
Namun tidaklah seperti negosiasi semata
Bukankah demikian cintaku?
Sudah pahamkah sejenak engkau?
Ataukah masih berpura pura lupa?
Kebiasaan manis kita,
Suatu keharusan kan cinta,
Bukan sekedar napsu belaka
Maupun haus dekapan rasa
Tapi soal komitmen dari hati
Yang harus dijaga secara hati-hati
Tolonglah ingat dan dimaklumi oh ooh oooh
Bukan karna ada siapa-siapa
Bukan karna tak sempat waktu kita
Bukan karna kelelahanmu, kekambuhan letihku juga
Tapi mungkin karna kekhilafan dari cinta
"Masih bingungkah dirimu?"
"Melupa lagikah sekilas dirimu?"
Ataukah masih berpura pura lupa? (Lupa lagikah dirimuuuh?) Uohooo (Kebiasaan manis kitaaa oh)
Kebiasaan manis kita, (keintiman cinta)
Suatu keharusan kan cinta, (pelipur lara)
Bukan sekedar napsu belaka (oh napsu saja)
Maupun haus dekapan rasa (hilangkan dahaga)
Tapi soal komitmen dari hati (oooh)
Yang harus dijaga secara hati-hati
Tolonglah ingat dan dimaklumi owh
Kegelisahan sikecilku itu, (simungil itu)
Mulai murka mengaum merana, (Auuuuuh)
Tapi tak apalah dayaku (tak apalah daku)
Biar kujinakkan sendiri saja (dengan caraku)
Agar beliau kembali bersemi lagi (ooo)
Seperti sediakalanya menahan kesabaran godaan dunia aaah (ahk akh) ahaaa (oh) oooh oooh
"Cukup, oh cukup sekian dan terimakasih, kuharap engkau tak sengaja berpura-pura lupa..." Oooh hmmm 😭😭
