
Dunia Sementara
harmony.choir,folk, nasheed , kompang , rattle

Dunia Sementara
harmony.choir,folk, nasheed , kompang , rattle
Lyrics
Bencana yang turun tanpa suara,
bagai pesan dari langit terbuka,
mengetuk hati yang alpa,
menyentuh jiwa yang terlena.
Sedarlah atau terus terleka,
takdir tetap menjemput kita,
tiada dinding mampu menahan
apa yang telah tertulis sejak mula.
Mereka yang menutup mata
pada janji dan erti bakti,
akan hanyut dalam sepi
menanti bayang sendiri.
Di hamparan lautan manusia,
kita cuma titik bernyawa,
datang dengan rahsia,
pergi membawa cerita.
Ada waktu tubuh berbunga sihat,
ada waktu jiwa retak derita,
dunia ini hanya persinggahan,
bukan rumah selamanya.
Bumi berputar dalam diam,
menggendong langkah dan harapan,
hingga tiba detik berhenti,
kita kembali pada keabadian.
Waktu mengalir seperti sungai,
tak pernah berpaling atau kembali,
hari-hari gugur satu persatu,
menguji iman di dasar hati.
Ada yang jatuh ke bumi,
ada yang bangkit dengan luka,
dalam tangis dan syukur tersembunyi
hikmah yang tak terlihat mata.
Andai hari ini kelam menyapa,
jangan padam cahaya di dada,
kerana setiap parut yang tertinggal
adalah tanda jiwa dewasa.
Di hamparan lautan manusia,
kita cuma titik bernyawa,
kadang disapa bahagia,
kadang diuji sengsara.
Di balik malam paling gelita,
fajar tetap setia menunggu,
takdir bukan untuk digeruni,
tetapi untuk dimengerti seluruhnya.
Dunia ini hanya bulatan waktu,
tempat kita menulis takdir sendiri,
hingga langkah terakhir terhenti,
dan roh pulang ke hakiki.
Saat nafas semakin halus,
dan langkah kian kehilangan arah,
yang tinggal bukan timbunan dunia,
tetapi doa dan sejarah.
Kita hadir tanpa genggaman,
dan pergi tanpa membawa apa,
yang membezakan antara jiwa
hanyalah kasih yang pernah tercipta.
Di antara jutaan manusia,
akhirnya kita tetap serupa,
bermula dengan tangisan pertama,
berakhir dalam sunyi yang setia.
Bumi ini cuma persinggahan,
sehelai waktu yang dipinjamkan,
hingga saat dipanggil pulang,
ke alam yang tak berkesudahan.
Kerana waktu bergerak,
tanpa simpati, tanpa henti,
menghantar kita perlahan-lahan
ke garis akhir yang pasti.
