Sumpah: Tanda

Lyrics
Di tanah luas bermahkota pijar,
Membara ambisi sebuah istana besar.
Seorang putri bertekad hablur,
Memilih ksatria yang ia pandang jujur.
Di sisinya sang pedang setia,
Berniat teguh hingga selamanya.
Walaupun mati pantang berkhianat,
Demi sang janji dan sumpah yang terpahat.
Di medan perang di waktu tenteram,
Ksatria berkobar tak pernah padam.
Mengawal putri dengan segala upaya,
Menjadi perisai di kala tawa dan luka.
Janjinya bukan sekadar kata semata,
Namun sumpah yang sebening permata.
“Demi sang putri, demi penyelamat diri,
demi yang lebih berarti dari nyawa ini.”
Hari bergulir di istana yang berpancar,
Rakyat kian makmur, ambisi kian terbakar.
Namun sayang di balik tembok yang megah,
Bayang jejak gelap rupanya mulai merekah.
Semilir badai perlahan datang menghadap,
Ancaman mengendap bahaya merayap.
Putri bercerita, ksatria tahu saatnya tiba,
Di mana darah akhirnya yang akan bicara.
-------------------------------------------------
In the vast land crowned with light,
A palace burned with ambitions bright.
A princess stood with steadfast grace,
Choosing a knight with an honest face.
Beside her stood the loyal blade,
A vow unbroken, never swayed.
Through death itself, he'd never stray,
For oath and honor paved his way.
In war’s embrace, in peaceful tide,
The knight stood strong, stayed by her side.
Shielding the princess, come what may,
Through laughter bright and skies of gray.
His oath was more than fleeting breath,
A vow unyielding, strong as death.
"For my princess, my guiding star,
For something greater than life by far."
The days rolled on, the kingdom gleamed,
Yet fires of greed and power streamed.
Behind the walls so grand, so high,
A shadow grew to stain the sky.
A whisper soft, a creeping tide,
A lurking storm, a threat implied.
The princess spoke, the knight stood tall,
For blood would speak, and fate would call.
