ODE untuk Minyak Sejuta Umur

  • Music Style: Percussive acoustic folk
  • Dangdut-lite rhythm
  • Body-tap guitar groove
  • Campfire pop bounce
ODE untuk Minyak Sejuta Umur

Lyrics

(Verse 1 - Balita)

Dulu waktu aku masih kecil, badanku mungil

Dunia luas, hawanya dingin, aku sering merinding

Ibu pun ambil botol ajaib, solusi segala mistik

Dioles-oles ke perut, legaaaa... bukan kepalang!

Itu lah Minyak Telon, wangi nya khas sekali

Tambah Kayu Putih, dijamin tidur nyenyak sampai nanti!

(Chorus)

Wahai minyak-minyakku! Penolong hidupku!

Dari bayi merangkak, sampai galau di umur tuw-aaa!

Dari wangi yang manis, sampai pedas menusuk tulang

Kau teman sejati, dalam suka dan duka!

(Verse 2 - Remaja & Early 20s)

Waktu SMA, mulai deh peduli penampilan

Minyak wangi "Sekatang" jadi senjata andalan

Bukan buat hangat, tapi biar dikira cool

Dinyemprot-nyemprot ke badan, biar si doi klepek-klepek!

"Passion", "Cool Water", atau "Harum Tajam" yang murah

Yang penting wangi, pede 'kan bertambah!

(Verse 3 - Paruh Baya / 40an)

Kini umur kepala empat, badan mulai sering keder

Pinggang kaku, pegal linu, jadi teman makan sirih

Minyak wangi? No no no... sudah bukan prioritas

Ganti dengan minyak yang lebih... essensial dan berbobot!

(Chorus)

Wahai minyak-minyakku! Penolong hidupku!

Dari bayi merangkak, sampai galau di umur tuw-aaa!

Dari wangi yang manis, sampai pedas menusuk tulang

Kau teman sejati, dalam suka dan duka!

(Bridge - Daftar Minyak Paruh Baya)

Minyak Nyong-Nyong buat kepala, biar pikiran adem

Kwan Loong atau cap Lang, pilih sesuai mood dan problem!

Tapi kalau udah parah, mau ambruk, mau tumbang

Hanya satu jawabannya: TIGER BALM!

Aduuuh... pedeeesnyaaa! Tapi nikmat tho!

Seperti disetrum listrik, langsung melek ooooh!

(Outro)

Jadi begitulah...

Dari Minyak Telon... sampai Tiger Balm...

Selamat datang di usia 40-an!

Tolong olesin punggungku, dong!

Aduh... pegal... 🤕