Bahasa Debu

Lyrics
Verse 1:
Jam tua melahap detak—dinding sunyi
Topi usang menggantungkan mimpinya pada paku
Selimut yang lapuk—perapian usang
Masih menyimpan bara yang terpotong
Pra-Chorus:
Aku duduk, merangkai bara kenangan
Di antara karpet yang bersujud dan bayangan yang memberontak
Chorus:
Ini bukan ruang, ini mulut yang mengunyah sisa hidup
Sak kembung, kantong-kantong waktu yang muntah
Mereka bisikkan namaku dalam bahasa debu
—lalu larut dalam cahaya yang patah
Verse 2:
Kursi-kursi tumbuh akar rindu
Langit-langit meneteskan puisi kapur
Waktu tersangkut di jeruji jendela
Benda-benda jatuh—tapi tak pernah sampai
Bridge:
Siapa yang lupa? (angin menjawab dengan daun kering)
Siapa yang tinggal? (cermin retak mengulum senyum)
Dinding-dinding menangis dalam bahasa cat yang lari
Lalu diam, seperti sajak yang terbuang di tepian waktu
Final Chorus:
Ini bukan ruang, ini rahim yang melahirkan kembali bara
Satu karpet, satu peta luka
Satu detak, satu huruf dalam alfabet debu
Kita bernyanyi dengan mulut yang dijahit bayangan
