
Sunyi Tanpamu
Rock Ballad / 80s-90s Malaysian Rock (Rock Kapak), 72–76 BPM (Slow rock groove), A minor, expressive male vocals with raspy tone, poetic Malay lyric

Sunyi Tanpamu
Rock Ballad / 80s-90s Malaysian Rock (Rock Kapak), 72–76 BPM (Slow rock groove), A minor, expressive male vocals with raspy tone, poetic Malay lyric
Lyrics
**[Intro – Instrumental, Acoustic guitar fingerpicking with ambient electric lead — slow, melancholic tone. Feels like memories resurfacing]**
**[Verse 1]**
Dulu... kau duduk termenung di jendela,
Mata kau jauh — lebih dalam dari luka.
Sedang aku masih anak yang leka,
Tak dengar tangismu dalam senyap yang membara.
**[Verse 2]**
Bila umurku makin dewasa,
Tangan dan lidah ini — banyak menyakiti.
Tapi kau tetap terbuka — tak pernah menolak.
Walau pulang hanya bila hati berdarah kembali.
**[Chorus]**
Dan sekarang...
Mana harus aku letak sunyi ini?
Setiap penjuru — ada bayangmu berdiri.
Dalam diam, aku dengar marahmu
Yang dulu ku benci,
Kini jadi lagu paling aku rindu.
**[Verse 3]**
Bajumu masih tergantung — di sisi bilik,
Ku dakap saban malam agar tak sunyi.
Harap kau datang dalam mimpi memeluk
Tapi yang tinggal — cuma baumu...
Yang makin hilang, sepi dimamah angin waktu...
**[Chorus]**
Dan sekarang...
Mana harus aku letak sunyi ini?
Setiap penjuru — ada bayangmu berdiri.
Dalam diam, aku dengar marahmu
Yang dulu ku benci,
Kini jadi lagu paling aku rindu.
**[Bridge]**
Aku dewasa, tapi jiwa ku kecil!
Aku berdiri, tapi tak bertahan!
Masih menunggu — walau kini kau diam...
Masih menunggu — panggilan untuk pulang...
**[Final Chorus]**
Dan sekarang...
Mana harus aku letak sunyi ini?
Setiap penjuru — ada bayangmu berdiri.
Yang diam-diam,
Mendoakan aku…
Walau sering dikecewakan…
Dan tak pernah meminta balasan…
