
A-BOT Bahasa Indonesia 5 SD Bab 2 - Unsur Cerita dan Majas (v2)
slow, simple, children, low tempo, ear candy, jazz saxophone

A-BOT Bahasa Indonesia 5 SD Bab 2 - Unsur Cerita dan Majas (v2)
slow, simple, children, low tempo, ear candy, jazz saxophone
Lyrics
*A-BOT Bahasa Indonesia 5 SD Bab 2 - Unsur Cerita dan Majas*
Unsur-unsur intrinsik dalam cerita adalah:
Tokoh, Orang yang ada dalam cerita
misalnya: pahlawan, penjahat.
Watak, Sifat atau karakter tokoh
misalnya: baik, jahat.
Latar, Tempat, waktu, dan suasana cerita
misalnya: di hutan, di sekolah.
Plot, Alur cerita atau kejadian yang terjadi
misalnya: awal, tengah, akhir.
Tema, Pesan atau gagasan utama cerita
misalnya: persahabatan, kejujuran.
Berikut adalah macam-macam majas beserta contohnya:
Majas Perbandingan
Metafora, Membandingkan dua objek tanpa menggunakan kata "seperti" atau "bagai". Contoh: "Dia adalah singa di lapangan".
Simile, Membandingkan dua objek menggunakan kata "seperti" atau "bagai".
Contoh: "Dia berlari seperti kuda".
Asosiasi, Membandingkan dua objek yang berbeda.
Contoh: "Kakak beradik itu bagaikan pinang dibelah dua".
Majas Pertentangan
Antitesis, Menggunakan kata-kata yang berlawanan.
Contoh: "Baik buruk kelakuan seseorang, pasti mendapat ganjaran setimpal".
Paradoks, Mengungkapkan sesuatu yang bertentangan dengan fakta.
Contoh: "Di tengah ramainya pesta, aku merasa kesepian".
Litotes, Merendahkan diri dengan mengungkapkan sesuatu yang sebaliknya.
Contoh: "Silakan datang ke gubukku yang kumuh".
Majas Sindiran
Ironi, Mengungkapkan sesuatu yang sebaliknya dari fakta.
Contoh: "Suaranya sangat merdu sekali seperti kaset kusut".
Sarkasme, Mengungkapkan sindiran secara kasar.
Contoh: "Kamu hanya sampah masyarakat tahu!".
Sinisme, Mengungkapkan sindiran secara langsung.
Contoh: "Kamu sudah pintar 'kan? Kenapa masih bertanya kepada aku?".
Majas Penegasan
Pleonasme, Menggunakan kata-kata yang tidak perlu.
Contoh: "Dia sudah turun ke bawah".
Repetisi, Mengulang kata atau frasa untuk penegasan.
Contoh: "Awas, tunggu kedatanganku besok! Tunggu!".
Retorika, Menggunakan kalimat tanya untuk penegasan.
Contoh: "Siapa yang tidak ingin terlahir kaya raya?".
Majas Lainnya
Personifikasi, Memberikan sifat manusia pada benda mati.
Contoh: "Deburan ombak memecah karang".
Simbolik, Menggunakan simbol untuk mengungkapkan sesuatu.
Contoh: "Mawar merah simbol dari cinta yang romantis".
Sinekdoke, Menggunakan sebagian objek untuk mewakili keseluruhan.
Contoh: "Semua mata tertuju padaku".
