
Kembali Ke Awal
Indonesian Folk, Indonesian Blues, Blues, Blues, Blues,
D·7:18

7:18
Kembali Ke Awal
Indonesian Folk, Indonesian Blues, Blues, Blues, Blues,
Creator: DRelease Date: January 6, 2026
Lyrics
Lampu kota belum juga tidur,
Aku berjalan sendiri di antara ribuan cerita.
Aku mencoba memahami semua yang terjadi,
Kata-kataku sering salah arah.
Aku ingin memutar waktu kembali,
Ke saat kita masih saling percaya.
Langkahku terlalu jauh meninggalkanmu,
Mengira dunia bisa kuhadapi sendiri.
Kini aku sadar, di setiap persimpangan,
Namamu selalu kutemui.
Kalau cinta adalah pelajaran,
Aku murid yang sering mengulang salah.
Mari kita kembali ke awal,
Sebelum ego bicara terlalu keras.
Aku hanya manusia di kota ini,
Mencari arti pulang dan alasan bertahan.
Di tengah hidup yang berlari cepat,
Aku memilih berhenti demi kamu.
Kota besar mengajarkanku bertahan,
Tapi juga lupa cara merasakan.
Di balik senyum dan mimpi besar,
Ada lelah yang tak pernah kubagi.
Aku lihat dirimu dalam setiap bayangan,
Di kaca jendela dan lampu merah.
Aku sibuk mengejar dunia,
Sampai lupa siapa yang menungguku.
Kalau hati bisa bicara jujur,
Ia akan menyebut namamu dulu.
Mari kita kembali ke awal,
Saat cinta belum penuh luka.
Aku hanya jiwa yang tersesat di kota,
Mencari rumah dalam pelukanmu.
Di antara janji dan realita,
Aku memilih kamu sekali lagi.
Jika semua harus kuulang,
Aku akan berjalan lebih pelan.
Mendengarkan, bukan hanya bicara,
Memilihmu, bukan hanya mimpi.
Kita tak perlu sempurna,
Hanya perlu saling tinggal.
Di kota yang tak pernah peduli,
Cinta kita cukup untuk bertahan.
Lampu kota mulai redup,
Dan aku akhirnya pulang.
Aku berjalan sendiri di antara ribuan cerita.
Aku mencoba memahami semua yang terjadi,
Kata-kataku sering salah arah.
Aku ingin memutar waktu kembali,
Ke saat kita masih saling percaya.
Langkahku terlalu jauh meninggalkanmu,
Mengira dunia bisa kuhadapi sendiri.
Kini aku sadar, di setiap persimpangan,
Namamu selalu kutemui.
Kalau cinta adalah pelajaran,
Aku murid yang sering mengulang salah.
Mari kita kembali ke awal,
Sebelum ego bicara terlalu keras.
Aku hanya manusia di kota ini,
Mencari arti pulang dan alasan bertahan.
Di tengah hidup yang berlari cepat,
Aku memilih berhenti demi kamu.
Kota besar mengajarkanku bertahan,
Tapi juga lupa cara merasakan.
Di balik senyum dan mimpi besar,
Ada lelah yang tak pernah kubagi.
Aku lihat dirimu dalam setiap bayangan,
Di kaca jendela dan lampu merah.
Aku sibuk mengejar dunia,
Sampai lupa siapa yang menungguku.
Kalau hati bisa bicara jujur,
Ia akan menyebut namamu dulu.
Mari kita kembali ke awal,
Saat cinta belum penuh luka.
Aku hanya jiwa yang tersesat di kota,
Mencari rumah dalam pelukanmu.
Di antara janji dan realita,
Aku memilih kamu sekali lagi.
Jika semua harus kuulang,
Aku akan berjalan lebih pelan.
Mendengarkan, bukan hanya bicara,
Memilihmu, bukan hanya mimpi.
Kita tak perlu sempurna,
Hanya perlu saling tinggal.
Di kota yang tak pernah peduli,
Cinta kita cukup untuk bertahan.
Lampu kota mulai redup,
Dan aku akhirnya pulang.
